ANAK BERMASALAH, HARUSKAH PINDAH SEKOLAH?

Posted: Desember 19, 2010 in Pendidikan

KASUS

Orang tua sering dibuat bingung oleh ulah anak-anak mereka. Salah satunya dirasakan oleh orang tua yang kebetulan keduanya merupakan pegawai negeri sipil berikut ini.

Anak mereka yang berusia 14 tahun dan sebentar lagi akan naik ke kelas II SMP membuat mereka harus berpikir ekstra. Pasalnya, menurut gurunya anak mereka dirasa kurang mampu untuk menyerap pelajaran yang diberikan di sekolah. Karena itu, anak tersebut diberi waktu satu bulan untuk mengikuti pelajaran kelas II. Tetapi jika dia tidak berhasil mengikuti dengan baik, maka dia dimohon untuk keluar dari SMPN tersebut.

Anak ini memang sering tertutup tentang masalah sekolahnya. Namun, dirumah dia cenderung banyak omong dan mampu menceritakan banyak hal dengan runtut dan baik, tapi diluar terkesan pasif (pendiam).

Di sekolah, menurut guru-gurunya, dia tidak bisa menjawab soal-soal yang diberikan gurunya dengan benar. Bahkan yang dijawabnya terkesan tidak nyambung dengan pertanyaaan yang diberikan oleh gurunya.

Kondisi yang dialami oleh anak itu sudah tentu membuat orang tuanya menjadi kalang kabut. Sementara mereka ingin anak mereka menerima pendidikan terbaik di sekolah negeri yang begitu mereka harapkan dapat memberikan pondasi yang baik bagi masa depannya kelak. Namun, ketika terjadi masalah seperti ini, apa dapat mereka lakukan? Apakah mereka harus menuruti begitu saja anjuran bagi anaknya untuk pindah sekolah?

PENYELESAIAN

Kebingungan pasti dirasakan oleh setiap orang tua yang mungkin mempunyai permasalahan yang sama dengan contoh diatas. Dalam mengatasi permasalahan anak, perlu kita ingat bahwa masalah tersebut tidak bisa kita pecahkan tanpa melibatkan si anak sebagai subjeknya. Untuk itu anak sebaiknya diajak membicarakan masalah tersebut sebagai bahan untuk menentukan langkah berikutnya.

Bukan suatu langkah yang bijak apabila anak mengalami kesulitan belajar, lalu kita langsung memfonisnya tidak mampu atau bodoh dan harus dikeluarkan dari sekolah, tanpa terlebih dahulu mencari penyebab kesulitan belajarnya. Beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan :

  • Mencari informasi yang menjadi penyebab kesulitan memahami materi ataupun menjawab pertanyaan dengan baik. Hal ini memerlukan kerjasama antara orang tua anak bersangkutan, guru bidang study yang sulit dipahami anak, guru bimbingan konseling dan tentunya anak itu sendiri. Bila memang diperlukan dapat dilakukan konsultasi kepada psikolog untuk mendeteksi problem yang dialami anak. Jika penyebab tersebut telah diketahui maka bisa diambil solusi yang efektif unutk mengatasinya. Misalnya, dengan pemberian remedial, les privat, menerapkan pola belajar yang lebih baik sehingga materi lebih mudah dipahami.
  • Ada baiknya jangan menentukan pindah sekolah terlebih dahulu. Karena yang terpenting untuk dilakukan adalah komunikasi yang baik dengan pihak sekolah. Jika penyebab permasalah tidak diketahui, usaha untuk memindahkan anak bersekolah kemanapun akan mengalami kendala yang tidak berbeda.
  • Mutasi dapat dijadikan sebagai jalan terakhir bila berbagai uapaya tersebut tidak dapat membuahkan hasil dan ini merupakan alternative terbaik bagi anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s